Pages

Rabu, 16 November 2011

Kanker

Kanker bukanlah suatu penyakit yang ringan. Langkah awal dalam pengobatan penyakit kanker adalah deteksi dengan benar bahwa gejala yang muncul pada tubuh pasien adalah benar-benar sel kanker ganas. Deteksi ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan biopsy, sehingga langkah pengobatan bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Langkah berikutnya adalah terapi pengobatan dengan cara konvensional. Namun pada kenyataannya pengobatan dengan cara ini sering kali kanker belum bisa diatasi secara total. Disinilah peran tanaman obat/herbal.

Peran utama herbal adalah meningkatkan daya tahan tubuh pasien dan melokalisir sel-sel kaker sehingga sel-sel kanker tidak mudah menyebar, dan lebih mudah diangkat, juga tidak bersifat toksik sehingga lebih aman untuk tubuh pasien. Contohnya adalah tanaman obat dari ekstrak keladi tikus (Typhonium Flagelliforme). Dalam penggunaannya, tanaman obat ini bisa dipakai bersamaan dengan pengobatan konvensional (pembedahan, kemoterapi, radioterapi dan hormonterapi) atau setelah pengobatan konvensional selesai dilakukan. Karena obat dari ekstrak keladi tikus dapat membantu mengurangi efek pengobatan secara konvensional.

Jumlah penderita penyakit kanker di Indonesia belum diketahui secara pasti, tetapi peningkatan dari tahun ke tahun dapat dibuktikan sebagai salah satu penyebab kematian. Hanya beberapa penyakit kanker yang dapat diobati secara memuaskan, terutama jika diobati saat masih stadium dini. Keberhasilan pengobatan sangat ditentukan oleh jenis kanker, stadium kanker, keadaan umum penderita, dan usaha penderita untuk sembuh.

Definisi Kanker

Penyakit Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan akan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan sekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta syaraf tulang belakang. Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel-sel yang telah mati dan rusak. Sebaliknya sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru yang disebut tumor ganas. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya. Kanker dapat terjadi diberbagai jaringan dalam berbagai organ di setiap tubuh, mulai dari kaki sampai kepala. Bila kanker terjadi di bagian permukaan tubuh, akan mudah diketahui dan diobati. Namun bila terjadi didalam tubuh, kanker itu akan sulit diketahui dan kadang - kadang tidak memiliki gejala. Kalaupun timbul gejala, biasanya sudah stadium lanjut sehingga sulit diobati.

Perbedaan Tumor dan Kanker

Tumor ada dua macam yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak hanya tumbuh dan membesar, tidak terlalu berbahaya, dan tidak menyebar ke luar jaringan. Sedangkan tumor ganas adalah kanker yang tumbuh dengan cepat dan tidak terkendali dan merusak jaringan lainnya.

Computational Forensics

Computational forensics (CF) is a quantitative approach to the methodology of the forensic sciences. It involves computer-based modeling, computer simulation, analysis, and recognition in studying and solving problems posed in various forensic disciplines. CF integrates expertise from computational science and forensic sciences.
A broad range of objects, substances and processes are investigated, which are mainly based on pattern evidence, such as toolmarks, fingerprints, shoeprints, documents etc, but also physiological and behavioral patterns, DNA, digital evidence and crime scenes.
Computational methods find a place in the forensic sciences in several ways, as for example:
  • rigorous quantification of individuality,
  • definition and establishment of likelihood ratio,
  • increase of efficiency and effectiveness in daily forensic casework.
Algorithms implemented are from the fields of signal and image processing, computer vision , computer graphics, data visualization, statistical pattern recognition, data mining, machine learning, and robotics.
Computer forensics (also referred to as "digital forensics" or "forensic information technology") is one specific discipline that could use computational science to study digital evidence. Computational Forensics examines diverse types of evidence.

Identifikasi Forensik

Identifikasi forensik merupakan upaya yang dilakukan dengan tujuan membantu penyidik untuk menentukan identitas seseorang. Identifikasi personal sering merupakan suatu masalah dalam kasus pidana maupun perdata.Menentukan identitas personal dengan tepat amat penting dalam penyidikan karena adanya kekeliruan dapat berakibat fatal dalam proses peradilan.
Peran ilmu kedokteran forensik dalam identifikasi terutama pada jenazah tidak dikenal, jenazah yang rusak , membusuk, hangus terbakar dan kecelakaan masal, bencana alam, huru hara yang mengakibatkan banyak korban meninggal, serta potongan tubuh manusia atau kerangka.Selain itu identifikasi forensik juga berperan dalam berbagai kasus lain seperti penculikan anak, bayi tertukar, atau diragukan orangtua nya.Identitas seseorang yang dipastikan bila paling sedikit dua metode yang digunakan memberikan hasil positif (tidak meragukan).

Berbagai Metode :

  • 1 Pemeriksaan sidik jari
  • 2 Metode Visual
  • 3 Pemeriksan Dokumen
  • 4 Pemeriksaan Pakaian dan Perhiasan
  • 5 Identifikasi Medik
  • 6 Pemeriksaan Gigi
  • 7 Pemeriksaan Serologik
  • 8 Metode Eksklusi
  • 9 Identifikasi Potongan Tubuh Manusia (Kasus Mutilasi)
  • 10 Identifikasi Kerangka
  • 11 Pemeriksaan Anatomik
  • 12 Penentuan Ras

Forensic

Forensic science (often shortened to forensics) is the application of a broad spectrum of sciences to answer questions of interest to a legal system. This may be in relation to a crime or a civil action. The word forensic comes from the Latin forēnsis, meaning "of or before the forum."[1] In Roman times, a criminal charge meant presenting the case before a group of public individuals in the forum. Both the person accused of the crime and the accuser would give speeches based on their sides of the story. The individual with the best argument and delivery would determine the outcome of the case. This origin is the source of the two modern usages of the word forensic – as a form of legal evidence and as a category of public presentation.
In modern use, the term "forensics" in the place of "forensic science" can be considered correct as the term "forensic" is effectively a synonym for "legal" or "related to courts". However the term is now so closely associated with the scientific field that many dictionaries include the meaning that equates the word "forensics" with "forensic science".